Italia menyiapkan hingga empat kapal, termasuk dua penyapu ranjau, untuk bergabung dalam misi internasional membersihkan Selat Hormuz.
Kepala Staf Angkatan Laut Italia Giuseppe Berutti Bergotto menyebut rencana kontinjensi mencakup dua kapal penyapu ranjau, satu kapal pengawal, dan satu kapal logistik.
"Rencana darurat yang disusun oleh Kepala Staf Pertahanan mencakup sebuah kelompok yang terdiri dari dua kapal penyapu ranjau, sebuah kapal pengawal, dan sebuah kapal logistik," kata Bergotto kepada RAI, seperti dikutip Reuters.
Ia menegaskan Italia akan bertindak bersama koalisi internasional. “Jelas kami tidak bertindak sendirian. Kami adalah bagian dari koalisi internasional, dan negara-negara lain juga akan mengirimkan kapal penyapu ranjau,” ujarnya, seraya menyebut Inggris, Prancis, Belgia, dan Belanda memiliki kemampuan serupa.
Rencana ini muncul setelah pertemuan para pemimpin Eropa di Paris yang membahas upaya multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Hormuz, yang sempat terganggu akibat konflik AS-Israel dengan Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Sejumlah negara telah menyatakan kesiapan bergabung dalam misi pengamanan jalur tersebut.
Bergotto mengatakan kapal Italia akan berlayar dari pelabuhan La Spezia dan membutuhkan waktu sekitar empat minggu untuk mencapai lokasi. Saat ini, Italia memiliki delapan kapal penyapu ranjau aktif.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Guido Crosetto menyatakan pemerintah akan meminta persetujuan parlemen sebelum mengesahkan partisipasi Italia dalam misi tersebut. (DH)
