• Jelajahi

    Copyright © Divisi polri news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Tampilkan postingan dengan label TERKINI. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label TERKINI. Tampilkan semua postingan

    Senin, 11 Mei 2026

    Para Pelaku yang Diduga Lakukan Perusakan-Penjarahan Warung Seorang Janda Akhirnya Diciduk Polisi Cirebon


    Petugas dari Polres Cirebon Kota berhasil meringkus sejumlah orang yang diduga ikut dalam aksi brutal gerombolan bermotor di Gang Pandesan 1, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon pada Minggu, 3 Mei 2026 malam.

    Barang bukti menjadi penanda terbongkarnya teror kelompok motor yang sebelumnya membuat warga Gang Pandesan 1 resah usai sebuah warung milik janda diserbu gerombolan bermotor bersenjata tajam.

    "Jadi siang ini kita merilis pelaku tindak pidana setiap orang dengan terang-terangan atau di muka umum dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang bisa kita sebut kelompok motor," ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, Senin (11/5/2026).


    Polisi kini telah mengamankan enam orang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, dua orang resmi ditetapkan sebagai tersangka yakni RS (44 tahun) dan PS (40 tahun)."Dari enam orang ini, dua orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka," tuturnya.

    Para pelaku dijerat Pasal 262 junto Pasal 479 atau Pasal 476 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.


    Kapolres mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.


    Saat itu, korban tengah berjualan seperti biasa sebelum tiba-tiba didatangi puluhan orang yang diduga bagian dari kelompok motor tertentu.

    "Mereka terafiliasi pada kelompok motor tertentu, sehingga melakukan pengejaran terhadap korban termasuk merusak warung milik korban," ucapnya.

    Polisi Ringkus Geng Motor yang Meresahkan Warga Pandesan


    Satreskrim Polres Cirebon Kota meringkus enam pelaku pengrusakan dan pencurian yang terjadi di Pendesan, Kelurahan Pekalangan, Kota Cirebon. Dari enam pelaku dua ditetapkan sebagai tersangka.pengrusakan dan pencurian.

    Sebelumnya, beredar video puluhan berandalan motor ribut dengan warga Pandesan pada Minggu (3/5/2026). Dalam video mereka mengejar salah satu warga dan melakukan pengrusakan serta pencurian di tempat usaha korban.

    Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, dua pelaku yang ditetapkan tersangka berinisial RS (44) dan VSA (23). Kedua tersangka terbukti melakukan pengrusakan toko dan mencuri sejumlah barang yang ada di dalamnya.


    “Sudah kami amankan kini tengah dalam proses penyidikan di Satreskrim Polres Cirebon Kota,” kata Eko kepada wartawan saat konferensi pers, Senin (11/5/2026)

    Masih kata Eko, kejadian ini bermula saat berandalan motor tengah berkumpul di sekitar Stadion Bima. Kemudian saat live di media sosial mereka di tantang oleh rivalnya. Geng motor itu kemudian konvoi keliling Kota Cirebon mencari rivalnya.

    “Ada sebanyak 50 orang yang ikut dalam konvoi tersebut keliling Kota Cirebon mencari rivalnya yang menantang di live medsos,” jelas Eko.

    Saat diperjalanan, konvoi motor berhenti melihat korban memakai baju salah satu berandalan motor yang menjadi rivalnya. Pelaku langsung mengejar korban hingga ke dalam gang. Kesal buruannya kabut pelaku merusak toko dan mencuri.


    “Korban lari karena takut jadi sasaran konvoi berandalan motor Meski berhasil kabur toko dan barang dagangannya jadi korban,” tambah Eko.

    Dari hasil penyidikan, Satreskrim Polres Cirebon Kota mengamankan tongkat baseball, sangkur, jaket berandal motor dan barang yang dicuri. Pelaku terancam KUHP Pasal 262 tentang pencurian atau pengrusakan dengan ancaman 9 tahun penjara.

    “Kami tidak segan-segan menindak tegas siapapun yang sudah menganggu kondusivitas Kota Cirenon,

    Sabtu, 25 April 2026

    Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kapabilitas, Siap Hadapi Tantangan Baru


    Depok – Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, dan modernisasi satuan guna siap menghadapi berbagai tantangan baru yang semakin kompleks.

    Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rakernis Korbrimob Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, di hadapan Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, serta seluruh pejabat utama Korbrimob dan Dansat Brimob se-Indonesia.

    Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi dan profesionalisme Korbrimob Polri sepanjang tahun 2025. Berbagai capaian membanggakan berhasil diraih, antara lain keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang internasional World Police & Fire Games, serta penghargaan Kompolnas Award sebagai Satker Mabes Polri terbaik. Capaian ini menunjukkan bahwa Brimob memiliki kapasitas yang semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

    Wakapolri menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk munculnya ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan personel, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut.

    Dalam konteks pelayanan kepada masyarakat, Wakapolri menekankan pentingnya pergeseran paradigma melalui prinsip “Melayani, Bukan Menghadapi”. Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat.

    Selain itu, Wakapolri mendorong penguatan pelaksanaan tugas berbasis riset dengan memanfaatkan ekosistem akademik melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan asimetris.

    Sejalan dengan itu, percepatan adaptasi teknologi modern menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

    Wakapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, kesiapan alutsista SAR dan personel harus selalu dalam kondisi siap operasional guna memberikan respons cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat.

    Sebagai arah pengembangan ke depan, Wakapolri menjabarkan Road Map Transformasi Korbrimob yang terbagi dalam tiga fase utama, yaitu pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, hingga pencapaian keunggulan global (world class) baik pada domain fisik maupun siber.

    Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah pasukan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas personel yang profesional, unggul, dan humanis.

    Polri berkomitmen untuk terus memperkuat Korbrimob sebagai satuan yang modern, adaptif, dan terpercaya, serta selalu hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

    Polres Gumas pantau penjualan BBM di SPBU cegah penimbunan


    Polres Gumas pantau penjualan BBM di SPBU cegah penimbunanPolres Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng), melakukan pemantauan terhadap aktivitas penjualan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mencegah praktik penimbunan usai penyesuaian harga.

    "Kami hadir di SPBU Jalan Pangeran Diponegoro Kuala Kurun untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat Kuala Kurun tetap tercukupi,” kata Kabag Ops AKP Nurheriyanto di Kuala Kurun, Senin

    Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini merupakan langkah preventif Korps Bhayangkara dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah setempat.

    Kehadiran polisi di tengah area pengisian bahan bakar tersebut bertujuan untuk memantau langsung aktivitas niaga sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengendara yang sedang mengantre.

    Monitoring dipimpin langsung oleh Kabag Ops, yang didampingi Kasat Samapta AKP A Agung Gede Raka Sumiartha, Piket Pamapta Ipda M Ramly, serta sejumlah personel piket fungsi lainnya.

    Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi adanya praktik kecurangan maupun potensi penimbunan BBM oleh oknum tidak bertanggung jawab, usai kenaikan harga BBM non subsidi.

    Selain itu, petugas juga mengatur arus lalu lintas di sekitar area SPBU, guna mencegah terjadinya kemacetan panjang yang kerap terjadi saat adanya fluktuasi harga maupun peningkatan volume kendaraan.

    Kabag Ops menegaskan, Polri berkomitmen penuh mengawal kebijakan pemerintah agar tidak terjadi panic buying atau pembelian berlebihan karena rasa takut akan kelangkaan produk.

    Pengawasan ini, sambungnya, tidak hanya dilakukan secara sepintas, namun juga mencakup pengecekan stok ketersediaan di tangki pendam SPBU.

    “Monitoring ini dilakukan secara humanis guna mencegah adanya kepanikan maupun upaya penimbunan yang dapat merugikan hajat hidup orang banyak," kata Nurheriyanto.

    Di lapangan petugas juga mengimbau warga agar tetap tertib saat mengantre, dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan menggunakan sarana yang dilarang oleh regulasi.

    Selain aspek keamanan stok, penataan kendaraan menjadi poin penting mengingat letak SPBU yang berada di jalur protokol Jalan Pangeran Diponegoro. Petugas memastikan antrean kendaraan tidak memakan bahu jalan secara berlebihan agar aktivitas warga lainnya tidak terganggu.

    Polres Gumas berencana akan terus melakukan patroli serupa secara berkala di berbagai SPBU di wilayah hukum setempat, sebagai bentuk dedikasi Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Diberitakan sebelumnya, harga sejumlah BBM non subsidi mengalami kenaikan per 18 April 2026, antara lain Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

    Pasar Tegalgubug Aman, Polisi Imbau Pengunjung & Pedagang


    Arjawinangun – Demi terciptanya suasana pasar yang aman dan lancar, Bhabinkamtibmas Desa Tegalgubug dari Polsek Arjawinangun, Polresta Cirebon, gencar melaksanakan kegiatan himbauan. Aiptu Makmud, Bhabinkamtibmas Desa Tegalgubug, terlihat aktif memberikan imbauan melalui pengeras suara dari Pos Satpam pasar sandang Tegalgubug.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, terutama pada saat ramai hari pasaran di pasar sandang ikonik tersebut. Melalui metode ‘woro-woro’ atau pengumuman langsung, Aiptu Makmud mengingatkan para pedagang maupun pengunjung untuk senantiasa berhati-hati dalam menjaga barang bawaan mereka. Imbauan ini sangat penting mengingat potensi tindak kejahatan seperti pencopetan yang kerap mengincar korban yang lengah di keramaian.

    Kehadiran anggota Bhabinkamtibmas yang aktif memberikan himbauan secara langsung ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan seluruh elemen yang memadati area pasar sandang Tegalgubug, sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi semua.

    Kapolsek Arjawinangun Polresta Cirebon, Kompol Sumairi SH.M.Si, menegaskan peran vital Bhabinkamtibmas. Beliau menyatakan bahwa Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan Kepolisian yang ditugaskan untuk menjaga Kamtibmas di desa binaannya. Sebagai ujung tombak, Bhabinkamtibmas selalu hadir dan memonitor setiap kegiatan masyarakat untuk memastikan desa binaannya tetap aman dan kondusif.